Donderdag 20 Februarie 2014

Pemuda zaman sekarang identik dengan hal-hal negatif, baik dari segi sikap, moral dan gaya hidup, pemuda zaman sekarang masih di anggap anak kecil oleh kebanyakan orang karena pemuda yang tak mampu untuk mengendalikan dirinya.
Namun sebenarnya yang harus kita ketahui bahwa Pemuda adalah kader penerus pemimpin-pemimpin bangsa saat ini, Pemuda adalah harapan bangsa ini untuk terus maju dan berkembang.
Dan Pemuda yang menjadi harapan bangsa adalah pemuda yang mempunyai ciri-ciri seperti berikut ini :


  1.  Pemuda yang bertakwa dan teguh pada agama yang di anutnya.
  2. Pemuda yang terampil  disegala bidang.
  3. Pemuda yang bisa mengabdikan dirinya bagi masyarakat.
  4. Pemuda yang memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi kepada dirinya sendiri, orang lain , masyarakat dan bangsa.
  5. Pemuda yang selalu memikirkan masa depannya dan mulai merencanakan cita-cita dan impiannya mulai sekarang.
  6. Pemuda yang tidak menunda pekerjaannya untuk sesuatu yang tidak penting.
  7. Pemuda yang berani menanggung segala risiko untuk kebenaran dan keadilan.
  8. Mempunyai rasa persaudaraan dan cinta kasih di antara sesame manusia.
Apakah kita termasuk orang yang memiliki sifat atau ciri seperti yang disebutkan diatas?  Jika tidak maka kita harus mengubah sikap kita menjadi cirri pemuda yang telah disebutkan disebutkan di atas. Mulai dari sekarang ! jangan menundanya!
Tentu kita semua mengharapkan bangsa kita menjadi  bangsa yang maju dan memiliki SDM yang berkualitas dan dapat bersaing di tingkat global. Oleh sebab itu, kita perlu berubah! Jika bukan generasi muda seperti kita yang merubah bangsa ini menjadi lebih baik maka siapa lagi yang diharapkan? Karena sesungguhnya pemuda adalah agen perubahan bangsa. Kita juga perlu memperbaiki kesehatan manusia yang ada di Indonesia  agar tercipta masyarakat sehat dan ber SDM yang kualitasnya tinggi.
Zaman globalisasi seperti saat ini jangan sampai merubah identitas kita sebagai pemuda Indonesia. Kita boleh saja menerima kebudayaan barat itu, tapi kita juga harus selektif memilih mana kebudayaan yang sesuai bagi kita sebagai bangsa Indonesia dan mana yang tidak sesuai. Sebaiknya yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa  segera kita tinggalkan dan buang jauh-jauh.

bintan berpotensi

Bintan adalah pulau terbesar di Kepulauan Riau, yang terdiri dari hampir 3.000 pulau besar dan kecil, terbentang di sebrang Singapura dan Johor Baru, Malaysia. Pulau ini melebar dari Malaka ke Laut Cina Selatan. Tanjungpinang merupakan ibu kota provinsi ini, terletak di pantai barat selatan Bintan. Secara strategis terletak di semenanjung selatan Malaysia di mulut Selat Malaka, kepulauan Riau, dahulu pada abad pertama masehi, merupakan tempat favorit bagi kapal dagang India dan Cina.
Tujuan wisata teratas di sini adalah Bintan Resor, destinasi wisata berupa pantai yang spektakuler di utara pulau, dengan luas 23,000 hektar diatas pasir putih yang menghadap ke Laut Cina Selatan. Pulau ini juga memiliki riwayat yang menarik di Tanjungpinang dan Penyengat, yang menawarkan kesempatan untuk surfing, bertualang dan ekowisata untuk pelajar dan keluarga, tapi juga ideal untuk bersantai dan kesehatan.

Sementara, bagi mereka yang suka menyelam kepulauan Anambas di Laut Cina Selatan menawarkan lokasi menyelam yang masih alami, dapat dijangkau dari bandara Tanjungpinang. Sedangkan, kepulauan Natuna dapat dijangkau dari Batam.
Tidak heran lagi, pada abad ke-18, pedagang dari Eropa, Portugis, Belanda dan Inggris saling bertarung memperebutkan pulau ini. Pada waktu itu, pulau ini bagian dari Semenanjung Melayu dikuasai oleh Kesultanan Johor-Riau, yang diduduki secara berganti antara Johor – berada di Malaysia saat ini - dan pulau Bintan, berada di Indonesia saat ini.
Pada 1884 Inggris dan Belanda menutup pertentangan mereka di pulau ini dengan menandatangani Treaty of London, yang kemudian semua wilayah teritoris utara Singapura diberikan pada Inggris, sementara wilayah teritoris selatan Singapura diserahkan pada Belanda.
Sejak saat itu takdir dan sejarah wilayah utara dan selatan Singapura dipisahkan. Singapura menjadi pusat perkembangan dagang Inggris, sedangkan Belanda berkonsentrasi di Jakarta dan Jawa, meninggalkan kepulauan Bintan.
Dalam beberapa dekade, dengan hubungan bersahabat antara Indonesia dan Singapura, sebuah persetujuan ditanda tangani antara kedua belah pihak untuk membangun kepulauan Bintan secara bersama-sama yang akan menguntungkan kedua negara dalam Zona Perdagangan Bebas Batam, Bintan dan Karimun.
Bentuk pertama dari perjanjian ini adalah pembangunan Bintan Resor, destinasi wisata pantai, seluas 23,000 hektar diatas pasir putih Bintan nan indah yang menghadap Laut Cina Selatan.